Monday, July 8, 2019

CONTOH REVIEW JURNAL INTERNASIONAL

Judul
 The Devekopment of Digital Storytelling Website Based Media for  
 Economic Learnng in Senior High School
Jurnal
 International Journal of Active Learning
Volume & Halaman
 Volume (4) & Halaman 10-17
Tahun
 2019
Penulis
 Dini Ayu Lestari, Siswandari, Cicilia  Dyah  Sulistyaningrum  Indrawati
Reviewer
 Kartika Yunita Saputri
Tanggal
 15 April 2019


Abstrak
Jurnal yang berjudul “The Devekopment of Digital Storytelling Website Based Media for Economic Learnng in Senior High School” ini berisi penelitian yang bertujuan menyelidiki kelayakan media mendongeng digital berbasis website untuk meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa di SMA.
Abstrak atau bagian Pendahuluan yang disajikan penulis hanya menggunakan Bahasa inggris (Bahasa Internasional). Secara keseluruhan isi dari abstrak tersebut langsung menuju ke topik pembahasan yang dibahas dalam jurnal, yang menurut saya, pembaca menjadi lebih mudah memahami jurnal tersebut.
Pengantar
Di dalam paragraf pertama, penulis menjelaskan bahwa abad ke-21 merupakan momentum tepat untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan mempunyai potensi kuat dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (Dirgatama, Siswandari, Indrawati, 2017; Marjan & Arnyana Setiawan, 2014). Pendidikan adalah cara paling efektif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di di Indonesia berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Paragraf berikutnya, penulis menjelaskan tentang aspek-aspek yang mendukung pembelajaran efektif. Kegiatan pembelajaran efektif harus memenuhi aspek-aspek yaitu kegiatan belajar yang lebih berpusat pada siswa, adanya interaksi edukatif antara guru dan siswa, variasi metode pengajaran, bahan yang tepat guna, lingkungan kondusif, dan media yang mendukung (Sani, 2013: 46-48). Jika aspek-aspek tersebut ada yang tidak terpenuhi maka akan berdampak pada hasil belajar siswa yang rendah. Indikator tercapainya proses pembelajaran dapat dilihat dari hasil belajar siswa. Penulis menjelaskan bahwa hasil belajar merupakan refleksi dari tingkat keberhasilan tujuan proses pembelajaran yang telah dilaksanakan yang berakhir dengan evaluasi.
Paragraf berikutnya, penulis menjelaskan tentang kurikulum 2013 yang mendukung tujuan pendidikan nasional. Kurikulum 2013 yang diterapkan untuk sekolah-sekolah di Indonesia sebagai langkah untuk menjawab tantangan masa depan yaitu kemajuan teknologi dan informasi. Fokus pelaksanaan kurikulum 2013 mencakup tiga hal dasar, yaitu (1) penguatan pendidikan karakter, (2) penguatan literasi, dan (3) pembelajaran abad ke-21.
Paragraf berikutnya, penulis menjelaskan tentang tiga fokus yang menjadi dasar pelaksanaan kurikulum 2013. Penguatan pendidikan karakter termasuk sikap kreatif dan mandiri siswa. Penguatan literasi tidak hanya membaca tetapi juga penguatan kemampuan menggunakan sumber pengetahuan vetak, visual, digital, dan audio. Pembelajaran abad ke-21 mencakup empat kategori keterampilan yaitu cara berpikir, cara bekerja, sarana bekerja, dan keterampilan hidup di dunia (Griffin, McGraw, & Care, 2012). Siswa difokuskan pada literasi informasi, penguasaan informasi baru, dan teknologi komunikasi, serta kemampuan untuk belajar dan bekerja melalui jaringan sosial digital.
Paragraf berikutnya, penulis menjelaskan tentang multimedia sebagai media pembelajaran. Multimedia adalah kombinasi dari berbagai jenis media yang disajikan menjadi media yang dapat memenuhi kebutuhan siswa (Newby, Stepich, Lehman, dan Russel, 2000: 102). Hal ini didukung oleh penelitian Ming, Sim, Mahmud, Kee, Zabidi, dan Ismail (2014: 490) yang mengembangkan digital cerita mengintegrasikan multimedia yang terbukti efektif meningkatkan kemampuan dan pengalaman di abad ke-21. Yang dan Wu (2011) menguatkan melalui penelitiannya bahwa digital mendongeng dapat meningkatkan prestasi akademik, berpikir kritis, dan motibasi belajar siswa. Berdasarkan kuesioner dan hasil wawancara dengan siswa menyatakan bahwa internet sering digunakan sebagai media pembelajaran dalam dunia pendidikan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang membuktikan bahwa siswa sudah melek teknologi dan informasi untuk memaksimalkan proses pembelajaran yang didukung oleh multimedia inovatif (Cheng dan Swanson, 2011; Cheng, 2010, Sandman, 2009).
Pembahasan
Pada bagian pembahasan, penulis membagi sub pokok bahasan menjadi beberapa bagian, yaitu :
Metodologi ; jurnal ini menjelaskan tentang metode penelitian dan pengembangan model Borg & Gall. Kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang media pembelajaran untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas hasil belajar ekonomi. Dalam jurnal, penulis menyebutkan sasaran penelitian adalah SMA di Tanjung Jabung Timur, Jambi. Penulis juga menjelaskan tujuan penelitian dan pengembangan untuk mengembangkan media mendongeng digital berbasis website. teknik pengumpulan dat melalui kuesioner, observasi, wawancara, dan validasi oleh tim ahli. Pengamatan dan wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi langsung proses pembelajaran ekonomi di SMA. Analisis kebutuhan digunakan untuk mengetahui kebutuhan guru dan siswa sebagai dasar pertimbangan dalam mengembangkan media pembelajaran yang dibutuhkan sekolah. Lembar validasi digunakan untuk menilai kelayakan media yang telah dikembangkan oleh para ahli media, ahli konten, ahli bahasa, dan praktisi (guru ekonomi di sekolah). Saran dan masukan dari tim ahli akan digunakan sebagai dasar memperbaiki produk media situs cerita berbasis digital yang dihasilkan. Teknik analisis data menggunakan analisis yaitu deskriptif kualitatif untuk observasi dan wawancara, validasi media oleh tim ahli. Analisis data dalam proses pengembangan menggunakan analisis deskriptif dan analisis kelayakan media dengan skor skala.
Hasil dan Diskusi ; penulis menjelaskan pada tahap awal penelitian melakukan studi pendahuluan, sebagai berikut;
Studi Pendahuluan ; Hasil tes UN mata pelajaran ekonomi siswa SMA di Tanjung Jabung Timur masih rendah yaitu 55,00. Data ini didukung hasil wawancara salah satu guru mata pelajaran ekonomi SMA di Tanjung Jabung Timur bahwa hasil belajar ekonomi siswa relatif rendah. Informasi lain diperoleh melalui kuesioner kepada siswa dan guru untuk menganalisis kebutuhan yang dibutuhkan dalam pembelajaran ekonomi di sekolah. Berdasarkan data kebutuhan media pembelajaran dapat diketahui bahwa pengembangan media mendongeng digital berbasis website dibutuhkan dalam pembelajaran ekonomi di sekolah. Penggunaan media pembelajaran memberikan manfaat dalam menciptakan suasana belajar yang menarik dan menyenangkan. Kondisi ini dapat memotivasi siswa mempelajari ekonomi dan diharapkan dengan media pembelajaran memberi kontribusi positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
Mengembangkan Produk ; penulis menjelaskan hasil studi pendahuluan menjadi salah satu pedoman penyusunan dan pengembangan media mendongeng digital berbasis website.
Membuat dan Merancang Situs Web ; media mendongeng digital berbasis website terdiri dari 3 tabs, yaitu tab pertama berisi judul dan isi materi, tab kedua tentang tab berisi informasi mendongeng digital pada website, dan tab ketiga berisi pertanyaan dari evaluasi siswa dalam bentuk pilihan dan esai yang terhubung ke google.
Validasi Ahli ; validasi ahli digunakan untuk menguji kelayakan produk yang dikembangkan seblum produk digunakan. Hasil validasi ahli dijadikan dasar untuk membuat perbaikan pada media yang dikembangkan. Validasi produk dilakukan oleh para ahli media, ahli konten, linguism dan praktisi. Validasi bahasa meliputi aspek mudah, komunikatif, dan sesuai peserta didik. Validasi media meliputi aspek material, desain, dan pemograman yang mendapat kategori sangat baik. Validasi materi meliputi aspek materi pembelajaran dengan kategori sangat baik.
Hasil penilaian kemungkinan pengembangan dilakukan meliputi aspek material, penyajian, dan materi belajar dengan kriteria sangat baik dan layak digunakan dalam tahap uji coba dengan beberapa revisi.
Hasil uji coba produk penilaian siswa dalam uji coba kelompok kecil meliputi aspek media dengan kriteria sangat baik yang berarti media mendongeng digital berbasis website layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran ekonomi.
Dalam sub pokok bahasan di atas, penulis menjelaskan sangat rinci bagaimana penelitian dilaksanakan. Pembahasan yang dilakukan penulis mudah dipahami maksud dan tujuannya oleh pembaca.
Simpulan
Pada bagian kesimpulan, penulis membuktikan dan menjelaskan bahwa hasil penelitian ini memiliki beberapa implikasi penting. Penelitian ini menambah literatur tentang media mendongeng digital berbasis website. Hasil muncul untuk menunjukkan bahwa media mendongeng digital berbasis website layak yang dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan sehingga dapat digunakan dalam proses pembelajaran ekonomi.
Kekuatan Jurnal
1.      Teori dan model analisis yang digunakan tepat.
2.      Bahasa yang digunakan  oleh penulis mudah dipahami maksud dan tujuannya oleh pembaca.
3.      Analisisnya sangat rinci dan mudah dipahami.
Kelemahan Jurnal
1.      Penulis kurang lengkap menyimpulkan keseluruhan isi dari jurnal.
2.      Penulis kurang detail membahas diskusi tentang hasil penelitian yang diperoleh.
Perbandingan dengan Jurnal
Ming, T., Sim, L., Mahmud, N., Kee, L., & Ahmad, N. (2014). Enhancing 21st Century Learning Skill Via Digital Storytelling: Voices of Malaysian Teacher and Undergraduates. Procedia-Social and Behavioural Sciences, 489-494.
Persamaan jurnal “The Devekopment of Digital Storytelling Website Based Media for Economic Learnng in Senior High School” dengan “Enhancing 21st Century Learning Skill Via Digital Storytelling: Voices of Malaysian Teacher and Undergraduates” adalah penggunaan media digital dongeng bercerita yang diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah dan mendapat tanggapan yang positif bagi siswa maupun guru.
Perbedaan jurnal “The Devekopment of Digital Storytelling Website Based Media for Economic Learnng in Senior High School” (1) dengan “Enhancing 21st Century Learning Skill Via Digital Storytelling: Voices of Malaysian Teacher and Undergraduates” (2) adalah jurnal (1) meneliti tentang kelayakan media digital dongeng bercerita dan dampak positif bagi siswa pada pembelajaran ekonomi, sementara jurnal (2) meneliti tentang dampak penggunaan media digital dongeng bercerita pada pembelajaran bahasa untuk menjawab tantangan abad ke 21 yaitu ICT, komunikasi, dan berpikir kreatif.


No comments:

Post a Comment