|
Judul
|
The Devekopment of Digital Storytelling
Website Based Media for
Economic Learnng in Senior High School
|
|
Jurnal
|
International Journal of Active Learning
|
|
Volume & Halaman
|
Volume (4) & Halaman 10-17
|
|
Tahun
|
2019
|
|
Penulis
|
Dini Ayu Lestari, Siswandari, Cicilia Dyah
Sulistyaningrum Indrawati
|
|
Reviewer
|
Kartika Yunita Saputri
|
|
Tanggal
|
15 April 2019
|
|
Abstrak
|
Jurnal yang berjudul “The Devekopment of Digital Storytelling Website Based
Media for Economic Learnng in Senior High School” ini berisi penelitian
yang bertujuan menyelidiki kelayakan media mendongeng digital berbasis
website untuk
meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa di SMA.
Abstrak atau bagian Pendahuluan yang disajikan penulis hanya menggunakan
Bahasa inggris (Bahasa Internasional). Secara keseluruhan isi dari abstrak tersebut
langsung menuju ke topik pembahasan yang dibahas dalam jurnal, yang menurut
saya, pembaca menjadi lebih mudah memahami jurnal tersebut.
|
|
Pengantar
|
Di dalam paragraf pertama, penulis menjelaskan bahwa
abad ke-21 merupakan momentum tepat untuk meningkatkan sumber daya manusia
yang berkualitas seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan
mempunyai potensi kuat dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (Dirgatama,
Siswandari, Indrawati, 2017; Marjan & Arnyana Setiawan, 2014). Pendidikan
adalah cara paling efektif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di
di Indonesia berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Paragraf berikutnya, penulis menjelaskan tentang
aspek-aspek yang mendukung pembelajaran efektif. Kegiatan pembelajaran efektif
harus memenuhi aspek-aspek yaitu kegiatan belajar yang lebih berpusat pada
siswa, adanya interaksi edukatif antara guru dan siswa, variasi metode
pengajaran, bahan yang tepat guna, lingkungan kondusif, dan media yang mendukung
(Sani, 2013: 46-48). Jika aspek-aspek tersebut ada yang tidak terpenuhi maka
akan berdampak pada hasil belajar siswa yang rendah. Indikator tercapainya
proses pembelajaran dapat dilihat dari hasil belajar siswa. Penulis menjelaskan
bahwa hasil belajar merupakan refleksi dari tingkat keberhasilan tujuan proses
pembelajaran yang telah dilaksanakan yang berakhir dengan evaluasi.
Paragraf berikutnya, penulis menjelaskan tentang
kurikulum 2013 yang mendukung tujuan pendidikan nasional. Kurikulum 2013 yang
diterapkan untuk sekolah-sekolah di Indonesia sebagai langkah untuk menjawab
tantangan masa depan yaitu kemajuan teknologi dan informasi. Fokus pelaksanaan
kurikulum 2013 mencakup tiga hal dasar, yaitu (1) penguatan pendidikan
karakter, (2) penguatan literasi, dan (3) pembelajaran abad ke-21.
Paragraf berikutnya, penulis menjelaskan tentang
tiga fokus yang menjadi dasar pelaksanaan kurikulum 2013. Penguatan pendidikan
karakter termasuk sikap kreatif dan mandiri siswa. Penguatan literasi tidak
hanya membaca tetapi juga penguatan kemampuan menggunakan sumber pengetahuan
vetak, visual, digital, dan audio. Pembelajaran abad ke-21 mencakup empat
kategori keterampilan yaitu cara berpikir, cara bekerja, sarana bekerja, dan
keterampilan hidup di dunia (Griffin, McGraw, & Care, 2012). Siswa difokuskan
pada literasi informasi, penguasaan informasi baru, dan teknologi komunikasi,
serta kemampuan untuk belajar dan bekerja melalui jaringan sosial digital.
Paragraf berikutnya, penulis menjelaskan tentang multimedia
sebagai media pembelajaran. Multimedia adalah kombinasi dari berbagai jenis
media yang disajikan menjadi media yang dapat memenuhi kebutuhan siswa
(Newby, Stepich, Lehman, dan Russel, 2000: 102). Hal ini didukung oleh penelitian
Ming, Sim, Mahmud, Kee, Zabidi, dan Ismail (2014: 490) yang mengembangkan
digital cerita mengintegrasikan multimedia yang terbukti efektif meningkatkan
kemampuan dan pengalaman di abad ke-21. Yang dan Wu (2011) menguatkan melalui
penelitiannya bahwa digital mendongeng dapat meningkatkan prestasi akademik,
berpikir kritis, dan motibasi belajar siswa. Berdasarkan kuesioner dan hasil
wawancara dengan siswa menyatakan bahwa internet sering digunakan sebagai
media pembelajaran dalam dunia pendidikan. Hal ini sejalan dengan penelitian
yang membuktikan bahwa siswa sudah melek teknologi dan informasi untuk
memaksimalkan proses pembelajaran yang didukung oleh multimedia inovatif
(Cheng dan Swanson, 2011; Cheng, 2010, Sandman, 2009).
|
|
Pembahasan
|
Pada bagian pembahasan, penulis membagi sub pokok
bahasan menjadi beberapa bagian, yaitu :
Metodologi
; jurnal ini
menjelaskan tentang metode penelitian dan pengembangan model Borg & Gall.
Kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang media pembelajaran untuk
memperbaiki dan meningkatkan kualitas hasil belajar ekonomi. Dalam jurnal,
penulis menyebutkan sasaran penelitian adalah SMA di Tanjung Jabung Timur,
Jambi. Penulis juga menjelaskan tujuan penelitian dan pengembangan untuk
mengembangkan media mendongeng digital berbasis website. teknik pengumpulan
dat melalui kuesioner, observasi, wawancara, dan validasi oleh tim ahli. Pengamatan
dan wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi langsung proses pembelajaran
ekonomi di SMA. Analisis kebutuhan digunakan untuk mengetahui kebutuhan guru
dan siswa sebagai dasar pertimbangan dalam mengembangkan media pembelajaran
yang dibutuhkan sekolah. Lembar validasi digunakan untuk menilai kelayakan
media yang telah dikembangkan oleh para ahli media, ahli konten, ahli bahasa,
dan praktisi (guru ekonomi di sekolah). Saran dan masukan dari tim ahli akan
digunakan sebagai dasar memperbaiki produk media situs cerita berbasis
digital yang dihasilkan. Teknik analisis data menggunakan analisis yaitu
deskriptif kualitatif untuk observasi dan wawancara, validasi media oleh tim
ahli. Analisis data dalam proses pengembangan menggunakan analisis deskriptif
dan analisis kelayakan media dengan skor skala.
Hasil dan
Diskusi ; penulis menjelaskan pada tahap awal penelitian melakukan
studi pendahuluan, sebagai berikut;
Studi
Pendahuluan ; Hasil tes UN mata pelajaran ekonomi siswa SMA di
Tanjung Jabung Timur masih rendah yaitu 55,00. Data ini didukung hasil
wawancara salah satu guru mata pelajaran ekonomi SMA di Tanjung Jabung Timur
bahwa hasil belajar ekonomi siswa relatif rendah. Informasi lain diperoleh
melalui kuesioner kepada siswa dan guru untuk menganalisis kebutuhan yang
dibutuhkan dalam pembelajaran ekonomi di sekolah. Berdasarkan data kebutuhan media
pembelajaran dapat diketahui bahwa pengembangan media mendongeng digital berbasis
website dibutuhkan dalam pembelajaran ekonomi di sekolah. Penggunaan media
pembelajaran memberikan manfaat dalam menciptakan suasana belajar yang
menarik dan menyenangkan. Kondisi ini dapat memotivasi siswa mempelajari
ekonomi dan diharapkan dengan media pembelajaran memberi kontribusi positif
dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
Mengembangkan
Produk ; penulis menjelaskan hasil studi pendahuluan
menjadi salah satu pedoman penyusunan dan pengembangan media mendongeng
digital berbasis website.
Membuat dan
Merancang Situs Web ; media mendongeng digital berbasis website terdiri
dari 3 tabs, yaitu tab pertama berisi judul dan isi materi, tab kedua tentang
tab berisi informasi mendongeng digital pada website, dan tab ketiga berisi pertanyaan
dari evaluasi siswa dalam bentuk pilihan dan esai yang terhubung ke google.
Validasi Ahli ; validasi ahli digunakan untuk
menguji kelayakan produk yang dikembangkan seblum produk digunakan. Hasil validasi
ahli dijadikan dasar untuk membuat perbaikan pada media yang dikembangkan. Validasi
produk dilakukan oleh para ahli media, ahli konten, linguism dan praktisi. Validasi
bahasa meliputi aspek mudah, komunikatif, dan sesuai peserta didik. Validasi media
meliputi aspek material, desain, dan pemograman yang mendapat kategori sangat
baik. Validasi materi meliputi aspek materi pembelajaran dengan kategori
sangat baik.
Hasil penilaian kemungkinan pengembangan dilakukan meliputi
aspek material, penyajian, dan materi belajar dengan kriteria sangat baik dan
layak digunakan dalam tahap uji coba dengan beberapa revisi.
Hasil uji coba produk penilaian siswa dalam uji coba
kelompok kecil meliputi aspek media dengan kriteria sangat baik yang berarti
media mendongeng digital berbasis website layak untuk digunakan dalam proses
pembelajaran ekonomi.
Dalam sub pokok bahasan di atas, penulis menjelaskan
sangat rinci bagaimana penelitian dilaksanakan. Pembahasan yang dilakukan penulis
mudah dipahami maksud dan tujuannya oleh pembaca.
|
|
Simpulan
|
Pada bagian kesimpulan, penulis membuktikan dan menjelaskan bahwa hasil
penelitian ini memiliki beberapa implikasi penting. Penelitian ini menambah
literatur tentang media mendongeng digital berbasis website. Hasil muncul
untuk menunjukkan bahwa media mendongeng digital berbasis website layak yang
dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan sehingga dapat digunakan dalam
proses pembelajaran ekonomi.
|
|
Kekuatan Jurnal
|
1.
Teori dan model analisis yang digunakan tepat.
2.
Bahasa yang digunakan oleh penulis mudah dipahami
maksud dan tujuannya oleh pembaca.
3.
Analisisnya sangat rinci dan mudah dipahami.
|
|
Kelemahan Jurnal
|
1.
Penulis kurang lengkap menyimpulkan keseluruhan isi
dari jurnal.
2.
Penulis kurang detail membahas diskusi tentang hasil
penelitian yang diperoleh.
|
|
Perbandingan dengan Jurnal
Ming, T., Sim, L., Mahmud, N.,
Kee, L., & Ahmad, N. (2014). Enhancing 21st Century Learning Skill Via
Digital Storytelling: Voices of Malaysian Teacher and Undergraduates.
Procedia-Social and Behavioural Sciences, 489-494.
|
Persamaan jurnal “The Devekopment of Digital
Storytelling Website Based Media for Economic Learnng in Senior High School” dengan
“Enhancing 21st Century Learning Skill Via Digital Storytelling: Voices of
Malaysian Teacher and Undergraduates” adalah penggunaan media digital dongeng
bercerita yang diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah dan mendapat
tanggapan yang positif bagi siswa maupun guru.
Perbedaan jurnal “The Devekopment of Digital
Storytelling Website Based Media for Economic Learnng in Senior High School” (1)
dengan “Enhancing 21st Century Learning Skill Via Digital Storytelling:
Voices of Malaysian Teacher and Undergraduates” (2) adalah jurnal (1)
meneliti tentang kelayakan media digital dongeng bercerita dan dampak positif
bagi siswa pada pembelajaran ekonomi, sementara jurnal (2) meneliti tentang dampak
penggunaan media digital dongeng bercerita pada pembelajaran bahasa untuk
menjawab tantangan abad ke 21 yaitu ICT, komunikasi, dan berpikir kreatif.
|
Monday, July 8, 2019
CONTOH REVIEW JURNAL INTERNASIONAL
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment