Monday, July 8, 2019

EKONOMI MIKRO - EKSTERNALITAS


Eksternalitas
Berdasarkan buku prinsiples of economics karangan N.Gregory Mankiw, pengertian eksternalitas adalah dampak-dampak yang tidak terkompensasi dari tindakan seseorang terhadap kesejahteraan orang lain yang tak terlibat. 
Eksternalitas (externality) timbul ketika seseorang terlibat dalam aktivitas mempengaruhi kesejahteraan orang lain yang tidak membayar atau menerima kompensasi atas dampak tersebut. Apabila dampaknya bagi orang/lingkungan itu baik maka dinamakan Eksternalitas positif, namun apabila dampaknya buruk maka disebut Eksternalitas negatif. Adapun contoh eksternalitas negatif adalah asap knalpot mobil, merokok, peliharaan yang bersuara keras (anjing menggonggong), dan suara musik keras di sebuah gedung. Sedangkan contoh eksternalitas positif yaitu imunisasi, restorasi bangunan bersejarah, dan penelitian teknologi terbaru.

Eksternalitas dan Ketidakefisienan Pasar
Eksternalitas negatif
Pada eksternalitas negatif membawa pasar untuk memproduksi lebih banyak barang/jasa dari yang diinginkan sosial. Contoh Jika pabrik aluminum menghasilkan pencemaran (negatif eksternalitas), lalu biaya sosial dalam memproduksi aluminum lebih besar daripada biaya produksinya. Untuk setiap unit aluminum yang diproduksi, social cost termasuk ke dalam biaya yang dikeluarkan oleh produsen ditambah biaya yang ditanggung oleh masyarakat lingkungan yang terkena pencemaran. Perpotongan kurva permintaan dan kurva social-cost menunjukkan tingkat output optimal. Tingkat output optimal secara sosial adalah lebih kecil dari kuantitas keseimbangan pasar.
Pengenaan pajak atau internalisasi eksternalitas dapat dilakukan dengan memasukkan insentif perubahan dengan melibatkan  orang-orang dalam proses produksinya. Pemerintah dapat melakukan internalisasi suatu eksternalitas dengan mengenakan keringanan pajak terhadap produsen untuk yang berhasil mengkonversikan kuantitas keseimbangan kedalam kuantitas keseimbangan secara sosial. 
Eksternalitas Positif
Eksternalitas positif memimpin pasar untuk menghasilkan kuantitas yang lebih kecil dari yang diinginkan sosial. Saat manfaat eksternalias dirasakan oleh lingkungan, maka eksternalitas positif terjadi. Biaya sosial dari proses produksi lebih kecil dari biaya yang dikeluarkan oleh produsen dan konsumen.
Tingkat output optimal lebih dari kuantitas ekuilibrium. Pasar dapat menghasilkan kuantitas yang lebih kecil dari yang diinginkan. Nilai sosial yang baik melebihi nilai privat barang/jasa. 

Internalisasi Eksternalitas:  Subsidi, Pemerintah seringkali menggunakan subsidi sebagai metode utama untuk mencoba meng-internalisasi-kan eksternalitas positif.

Dampak Teknologi dan Kebijakan Industri
Internalisasi eksternalitas juga dengan kebijakan teknologi: Intervensi pemerintah dalam perekonomian bertujuan untuk memperkenalkan technology-enhancing dalam industri disebut sebagai tkebijakan teknologi. Contohnya hak paten merupakan suatu bentuk kebijakan teknologi yang memberikan perlindungan hak paten pada individu atau perusahaan yang menghasilkan penemuan.  Hak paten ini kemudian disebut sebagai  internalisasi eksternalitas.

Solusi Swasta Untuk Eksternalitas
Tidak selamanya pemerintah perlu menyelesaikan ekternalitas, swasta pun juga bisa melakukannya.
Jenis-jenis Solusi Swasta
            Swasta menawarkan solus untuk menyelesaika eksternalitas dengan:
a.      Penegakan  Standar Moral dan Penerapan Sanksi Sosial. 
Contoh, mengapa orang-orang secara sadar tidak mau membuang sampah sembarangan? Peraturan resmi yang mengatur tentang sampah sudah ada, namun di banyak tempat, peraturan semacam itu tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh. Kita tidak mau membuang sampah di sembarang tempat juga bukan karena takut dengan peraturan-peraturan semacam itu, namun karena kita mengetahui atau menyadari bahwa tidak baik jika sejak masih kecil, nilai moral inilah yang kemudian membatasi perilaku dan tindakan seseorang, agar sedapat mungkin tidak merugikan orang lain. 
b.      Organisasi Nirlaba
Amal yang diorganisasikan atau derma merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi suatu eksternalitas. Contohnya adalah Sierra Club, sebuah organisasi sosial swasta yang sengaja dibentuk untuk melestarikan lingkungan hidup. Organisasi ini mengandalkan pemasukannya dari donasi pihak-pihak yang bersimpati atau iuran anggota. Hal ini sebagai contoh untuk eksternalitas negatif. Sedangkan untuk eksternalitas positif, banyak perguruan tinggi yang membentuk yayasan untuk menghimpun sumbangan dari para alumni, atau pihak-pihak lain, untuk kemudian disalurkan sebagai beasiswa.
c.       Penggabungan Usaha Yang Berbeda Tipe
Bisa diambil contoh, seorang petani apel dan seorang peternak lebah yang hidup berdekatan. Pada saat lebah-lebah itu mencari madu dari satu bunga apel ke bunga lainnya, mereka membantu penyerbukan dan mempercepat pohon-pohon apel itu berbuah. Ini menguntungkan si petani apel. Sedangkan si peternak juga untung karena ia tidak perlu memberi makan lebah-lebahnya. Akan tetapi apabila kerja sama terselubung yang saling menguntungkan itu tidak dipehitungkan, maka kedua belah pihak bisa merugi. Jika pohon apel yang ditanam si petani terlalu sedikit, maka lebah-lebah itu akan kekurangan makanan. Sebaliknya, jika lebah yang dipelihara si peternak terlalul sedikit, maka proses penyerbukan tidak lancar. Eksternalitas ini dapat disatukan dengan cara penggabungan kedua usaha. Si petani membeli seluruh atau sebagian usaha peternakan lebah, atau sebaliknya si peternak membeli seluruh atau sebagian pohon apel. Jika kedua usaha itu disatukan, maka pengelolanya akan lebih mudah menentukan berapa banyak pohon apel yang harus ditanam, dan berapa ekor lebah yang harus dipelihara, demi membuahkan hasil yang maksimal. 
d.      Penyusunan kontrak atau perjanjian di antara pihak-pihak yang menaruh kepentingan.
Sebagai contoh jaga malam di RT, bagi yang malas jaga malam ia membayar kompensasi jaga malam dan semuanya diatur dalam peraturan/perjanjian di internal RT.
Teorema Coase
Suatu pemikiran teorema Coase (Coase therem) mengambil nama perumusnya, yakni ekonom Ronald Coase-yang menyatakan bahwa solusi swasta bisa sangat efektif seandainya memenuhi satu syarat. Syarat itu adalah pihak-pihak yang berkepentingan dapat melakukan negosiasi atau merundingkan prosedur penanggulangan masalah eksternalitas yang ada diantara mereka, tanpa menimbulkan biaya khusus yang memberatkan alokasi sumber daya yang sudah ada. Menurut teorema Coase, hanya jika syarat itu terpenuhi, maka pihak swasta itu akan mampu mengatasi masalah eksternalitas dan meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya. Menurut Terorema Coase, distribusi hak awal tidak berpengaruh pada kemampuan pasar untuk mencapai hasil efisien.
Mengapa Solusi Swasta Tidak Selalu Bekerja dengan Baik
Logika teorema Coase memang meyakinkan, namun tidak selamanya sesuai dengan kenyataan yang ada. Dalam prakteknya, kita tahu bahwa pelaku-pelaku ekonomi swasta/pribadi seringkali gagal memperoleh pemecahan yang efisien, atas suatu masalah yang bersumber dari eksternalitas. Teorema Coase ternyata hanya berlaku, jika pihak-pihak yang berkepentingan tidak dihadapkan pada kendala untuk mencapai dan melaksanakan kesepakatan.
Kenapa Private Solution Tidak Selalu Berhasil karena biaya transaksi dapat menjadi terlalu tinggi. Biaya transaksi adalah biaya-biaya yang dikeluarkan pihak-pihak yang terlibat dalam proses transaksi.

Kebijakan Publik Untuk Mengatasi Eksternalitas
Peraturan
Pemerintah sering membentuk kebijakan command and control sebagai peraturan pemerintah yaitu dengan melarang perilaku tertentu dan emerintahkan perilaku tertentu. Contoh: perintah imunisasi untuk murid SD, atau penetapan standar emisi gas buang dengan mengacu pada standar internasional (Euro 2).
Pajak Pigovian dan Subsidi
Pemerintah menggunakan pajak dan subsidi untuk memberikan insentif terhadap perusahaan yang melakukan efisiensi secara sosial. Pajak Pigovian merupakan pajak yang ditujukan untuk mengkoreksi dampak eksternalitas negatif. Pajak retribusi untuk sejumlah polusi yang dihasilkan oleh perusahaan. Pajak pigovian dapat meningkatkan pendapatan pemerinrah dan meningkatkan efisiensi ekonomi.

Izin polusi yang Diperdagangkan 
Pengalihan ijin polusi secara sukarela dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Pasar untuk ijin ini secepatnya dibangun.Perusahaan yang dapat mengurangi polusi pada tingkat biaya lebih rendah mungkin lebih suka menjual ijin yang dimilikinya ke perusahaan yang hanya dapat mengurangi polusi pada tingkat biaya lebih tinggi. 

Sumber/Referensi:
Mankiw.N. Gregory.2009. Principles of Economics. Jakarta: Penerbit Salemba
Empat

No comments:

Post a Comment