Eksternalitas
Berdasarkan buku prinsiples of economics karangan
N.Gregory Mankiw, pengertian eksternalitas adalah dampak-dampak yang tidak
terkompensasi dari tindakan seseorang terhadap kesejahteraan orang lain yang
tak terlibat.
Eksternalitas (externality) timbul
ketika seseorang terlibat dalam aktivitas mempengaruhi kesejahteraan orang lain
yang tidak membayar atau menerima kompensasi atas dampak tersebut. Apabila
dampaknya bagi orang/lingkungan itu baik maka dinamakan Eksternalitas
positif, namun apabila dampaknya buruk maka disebut Eksternalitas negatif.
Adapun contoh eksternalitas negatif
adalah asap knalpot mobil, merokok, peliharaan yang bersuara keras (anjing
menggonggong), dan suara musik keras di sebuah gedung. Sedangkan contoh eksternalitas positif yaitu imunisasi,
restorasi bangunan bersejarah, dan penelitian teknologi terbaru.
Eksternalitas
dan Ketidakefisienan Pasar
Eksternalitas
negatif
Pada eksternalitas negatif membawa
pasar untuk memproduksi lebih banyak barang/jasa dari yang diinginkan sosial.
Contoh Jika pabrik aluminum menghasilkan pencemaran (negatif eksternalitas), lalu
biaya sosial dalam memproduksi aluminum lebih besar daripada biaya produksinya.
Untuk setiap unit aluminum yang diproduksi, social
cost termasuk ke dalam biaya yang dikeluarkan oleh produsen ditambah biaya
yang ditanggung oleh masyarakat lingkungan yang terkena pencemaran. Perpotongan
kurva permintaan dan kurva social-cost
menunjukkan tingkat output optimal. Tingkat
output optimal secara sosial adalah lebih kecil dari kuantitas keseimbangan
pasar.
Pengenaan pajak atau internalisasi
eksternalitas dapat dilakukan dengan memasukkan insentif perubahan dengan
melibatkan orang-orang dalam proses produksinya. Pemerintah dapat
melakukan internalisasi suatu eksternalitas dengan mengenakan keringanan pajak
terhadap produsen untuk yang berhasil mengkonversikan kuantitas keseimbangan
kedalam kuantitas keseimbangan secara sosial.
Eksternalitas
Positif
Eksternalitas positif memimpin pasar
untuk menghasilkan kuantitas yang lebih kecil dari yang diinginkan sosial. Saat
manfaat eksternalias dirasakan oleh lingkungan, maka eksternalitas positif
terjadi. Biaya sosial dari proses produksi lebih kecil dari biaya yang
dikeluarkan oleh produsen dan konsumen.
Tingkat output optimal lebih dari
kuantitas ekuilibrium. Pasar dapat menghasilkan kuantitas yang lebih kecil dari
yang diinginkan. Nilai sosial yang baik melebihi nilai privat barang/jasa.
Internalisasi Eksternalitas:
Subsidi, Pemerintah seringkali menggunakan subsidi sebagai metode utama
untuk mencoba meng-internalisasi-kan eksternalitas positif.
Dampak Teknologi dan Kebijakan Industri
Internalisasi eksternalitas juga
dengan kebijakan teknologi: Intervensi pemerintah dalam perekonomian bertujuan
untuk memperkenalkan technology-enhancing dalam industri disebut sebagai tkebijakan
teknologi. Contohnya hak paten merupakan suatu bentuk kebijakan teknologi yang
memberikan perlindungan hak paten pada individu atau perusahaan yang
menghasilkan penemuan. Hak paten ini kemudian disebut sebagai
internalisasi eksternalitas.
Solusi Swasta
Untuk Eksternalitas
Tidak selamanya pemerintah perlu
menyelesaikan ekternalitas, swasta pun juga bisa melakukannya.
Jenis-jenis Solusi Swasta
Swasta menawarkan solus untuk
menyelesaika eksternalitas dengan:
a. Penegakan
Standar Moral dan Penerapan Sanksi Sosial.
Contoh, mengapa orang-orang secara sadar tidak mau membuang sampah
sembarangan? Peraturan resmi yang mengatur tentang sampah sudah ada, namun di
banyak tempat, peraturan semacam itu tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh.
Kita tidak mau membuang sampah di sembarang tempat juga bukan karena takut
dengan peraturan-peraturan semacam itu, namun karena kita mengetahui atau
menyadari bahwa tidak baik jika sejak masih kecil, nilai moral inilah yang
kemudian membatasi perilaku dan tindakan seseorang, agar sedapat mungkin tidak
merugikan orang lain.
b. Organisasi
Nirlaba
Amal yang diorganisasikan atau derma merupakan salah satu alternatif untuk
mengatasi suatu eksternalitas. Contohnya adalah Sierra Club, sebuah organisasi
sosial swasta yang sengaja dibentuk untuk melestarikan lingkungan hidup.
Organisasi ini mengandalkan pemasukannya dari donasi pihak-pihak yang
bersimpati atau iuran anggota. Hal ini sebagai contoh untuk eksternalitas
negatif. Sedangkan untuk eksternalitas positif, banyak perguruan tinggi yang
membentuk yayasan untuk menghimpun sumbangan dari para alumni, atau pihak-pihak
lain, untuk kemudian disalurkan sebagai beasiswa.
c. Penggabungan
Usaha Yang Berbeda Tipe
Bisa diambil contoh, seorang petani apel dan seorang peternak lebah yang
hidup berdekatan. Pada saat lebah-lebah itu mencari madu dari satu bunga apel ke
bunga lainnya, mereka membantu penyerbukan dan mempercepat pohon-pohon apel itu
berbuah. Ini menguntungkan si petani apel. Sedangkan si peternak juga untung
karena ia tidak perlu memberi makan lebah-lebahnya. Akan tetapi apabila kerja
sama terselubung yang saling menguntungkan itu tidak dipehitungkan, maka kedua
belah pihak bisa merugi. Jika pohon apel yang ditanam si petani terlalu
sedikit, maka lebah-lebah itu akan kekurangan makanan. Sebaliknya, jika lebah
yang dipelihara si peternak terlalul sedikit, maka proses penyerbukan tidak
lancar. Eksternalitas ini dapat disatukan dengan cara penggabungan kedua usaha.
Si petani membeli seluruh atau sebagian usaha peternakan lebah, atau sebaliknya
si peternak membeli seluruh atau sebagian pohon apel. Jika kedua usaha itu
disatukan, maka pengelolanya akan lebih mudah menentukan berapa banyak pohon
apel yang harus ditanam, dan berapa ekor lebah yang harus dipelihara, demi
membuahkan hasil yang maksimal.
d. Penyusunan
kontrak atau perjanjian di antara pihak-pihak yang menaruh kepentingan.
Sebagai contoh jaga malam di RT, bagi
yang malas jaga malam ia membayar kompensasi jaga malam dan semuanya diatur
dalam peraturan/perjanjian di internal RT.
Teorema Coase
Suatu pemikiran teorema Coase (Coase
therem) mengambil nama perumusnya, yakni ekonom Ronald Coase-yang menyatakan
bahwa solusi swasta bisa sangat efektif seandainya memenuhi satu syarat. Syarat
itu adalah pihak-pihak yang berkepentingan dapat melakukan negosiasi atau
merundingkan prosedur penanggulangan masalah eksternalitas yang ada diantara
mereka, tanpa menimbulkan biaya khusus yang memberatkan alokasi sumber daya
yang sudah ada. Menurut teorema Coase, hanya jika syarat itu terpenuhi, maka
pihak swasta itu akan mampu mengatasi masalah eksternalitas dan meningkatkan
efisiensi alokasi sumber daya. Menurut Terorema Coase, distribusi hak awal
tidak berpengaruh pada kemampuan pasar untuk mencapai hasil efisien.
Mengapa Solusi
Swasta Tidak Selalu Bekerja dengan Baik
Logika teorema Coase memang
meyakinkan, namun tidak selamanya sesuai dengan kenyataan yang ada. Dalam
prakteknya, kita tahu bahwa pelaku-pelaku ekonomi swasta/pribadi seringkali
gagal memperoleh pemecahan yang efisien, atas suatu masalah yang bersumber dari
eksternalitas. Teorema Coase ternyata hanya berlaku, jika pihak-pihak yang
berkepentingan tidak dihadapkan pada kendala untuk mencapai dan melaksanakan
kesepakatan.
Kenapa Private Solution Tidak Selalu
Berhasil karena biaya transaksi dapat menjadi terlalu tinggi. Biaya transaksi
adalah biaya-biaya yang dikeluarkan pihak-pihak yang terlibat dalam proses
transaksi.
Kebijakan Publik Untuk Mengatasi Eksternalitas
Peraturan
Pemerintah sering membentuk kebijakan
command and control sebagai peraturan pemerintah yaitu dengan melarang perilaku
tertentu dan emerintahkan perilaku tertentu. Contoh: perintah imunisasi untuk
murid SD, atau penetapan standar emisi gas buang dengan mengacu pada standar
internasional (Euro 2).
Pajak Pigovian
dan Subsidi
Pemerintah menggunakan pajak dan
subsidi untuk memberikan insentif terhadap perusahaan yang melakukan efisiensi
secara sosial. Pajak Pigovian merupakan
pajak yang ditujukan untuk mengkoreksi dampak eksternalitas negatif. Pajak
retribusi untuk sejumlah polusi yang dihasilkan oleh perusahaan. Pajak pigovian
dapat meningkatkan pendapatan pemerinrah dan meningkatkan efisiensi ekonomi.
Izin polusi yang Diperdagangkan
Pengalihan ijin polusi secara
sukarela dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Pasar untuk ijin ini secepatnya
dibangun.Perusahaan yang dapat mengurangi polusi pada tingkat biaya lebih
rendah mungkin lebih suka menjual ijin yang dimilikinya ke perusahaan yang
hanya dapat mengurangi polusi pada tingkat biaya lebih tinggi.
Sumber/Referensi:
Mankiw.N.
Gregory.2009. Principles of Economics.
Jakarta: Penerbit Salemba
Empat
No comments:
Post a Comment