1.
Apakah manfaat mempelajari filsafat
ilmu ditinjau dari profesionalisme
sebagai guru dan non guru.
Jawab:
Manfaat mempelajari filsafat ilmu ditinjau dari
profesionalisme sebagai guru dan non guru secara garis besar adalah
a.
Dengan
mempelajari filsafat ilmu diharapkan guru dan non guru semakin kritis dalam
sikap ilmiahnya. Baik guru dan non guru sebagai insan manusia diharapkan untuk
untuk berpikir kritis terhadap berbagai macam teori yang dipelajarinya di ruang
kuliah maupun dari sumber-sumber lainnya.
b.
Mempelajari filsafat ilmu mendatangkan kegunaan
bagi para guru dan calon guru sebagai calon ilmuwan untuk mendalami metode
ilmiah dan untuk melakukan penelitian ilmiah. Dengan mempelajari filsafat ilmu
diharapkan mereka memiliki pemahaman yang utuh mengenai ilmu dan mampu
menggunakan pengetahuan tersebut sebagai landasan dalam proses pembelajaran dan
penelitian ilmiah.
c.
Mempelajari filsafat ilmu memiliki manfaat
praktis. Setelah mahasiswa lulus dan bekerja, mereka pasti berhadapan denagn
berbagai masalah dalam pekerjaannya. Untuk memecahkan masalah diperlukan
kemempuan berpikir kritis dalam menganalisis berbagai hal yang berhubungan
dengan masalah yang dihadapi.
d.
Membiasakan diri untuk bersikap logis-rasional
dalam Opini & argumentasi yang dikemukakan.
e.
Mengembangkan semangat toleransi dalam perbedaan
pandangan (pluralitas). Karena para ahli filsafat tidak pernah memiliki satu
pendapat, baik dalam isi, perumusan permasalahan maupun penyusunan jawabannya.
f.
Mengajarkan cara berpikir yang cermat dan tidak
kenal lelah.
g.
Mengembangkan ilmu dan teknologi dalam batasan
nilai ontologis. Melalui paradigma ontologism diharapkan dapat mendorong
pertumbuhan wawasan spiritual keilmuan yang mampu mengatasi bahaya sekularisme
segala ilmu.
h.
Mengembangkan ilmu dan teknologi dalam batasan
nilai epistemologis. Melalaui paradigma
epistemologis diharapkan akan mendorong pertumbuhan wawasan intelektual
keilmuan yang mampu membentuk sikap ilmiah.
i.
Mengembangkan ilmu dan teknologi dalam batasan
akiologi. Melalui paradigma aksiologis diharapkan dapat menumbuhkembangkan
nilai-nilai etis, serta mendorong perilaku adil dan membentuk moral tanggung
jawab. Segala macam ilmu dan teknologi dipertanggung jawabkan untuk kepentingan
obyek semua sebagai sumber kehidupan.
j.
Filsafat ilmu bermanfaat untuk membangun diri
kita sendiri dengan berpikir secara radikal (berpikir sampai ke akarnya)
sehingga kita mengalami dan menyadari keberadaan kita.
2. Ilmu
pengetahuan sampai saat ini belum selesai dan tidak mungkin bisa selesai.
Mengapa demikian?
Jawab:
Alasan ilmu
pengetahuan sampai saat ini belum selesai dan tidak mungkin bisa selesai adalah
karena adanya keingintahuan
manusia mengenai kejadian-kejadian yang terjadi di alam dan sekitarnya, yang
menyebabkan manusia terus menerus mencari apa penyebab dan bagaimana cara
mengatasi kejadian-kejadian yang terjadi di alam tersebut,seperti terjadinya
bencana tanah longsor, banjir, kebakaran dan sebagainnya. Adanya mitos-mitos
yang berkembang di masyarakat juga ikut mempengaruhi perkembangan ilmu alamiah
hal ini dikarenakan manusia ingin mencari kebenaran mitos tersebut yang
biasanya berkaitan dengan gejala-gejala alam. Selain itu karena manusia
merupakan makhluk hidup yang memiliki pancaindra, sehingga membuat manusia
dapat tanggap terhadap suatu rangsangan yang terjadi, termasuk gejala-gejala di
alam semesta ini, tanggapan terhadap gejala-gejala tersebut merupakan suatu
pengalaman. Pengalaman tersebut terjadi zaman ke zaman akan berakumulasi karena
manusia memiliki rasa ingin tahu yang kuat terhadap segala yang terjadi di alam
semesta ini. Pengalaman merupakan salah satu cara terbentuknya pengetahuan.
Pengetahuan merupakan kumpulan fakta - fakta. Pengalaman ini akan terus menurus
berkembang seiring berjalannya waktu selama manusia masih hidup di muka bumi
ini dan akan mewariskan pengetahuan itu kepada generasi berikutnya. Pengetahuan
terus berkembang terjadi karena adanya dorongan untuk memenuhi dan memuaskan
diri yang bersifat nonpraktis atau teoritis guna untuk memenuhi rasa ingin tahu
dan memahami hakikat alam semesta dan se-isinya, serta, adanya dorongan praktis
yang memanfaatkan pengetahuan itu untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih
tinggi. Kedua dorongan ini menimbulkan dan menumbuhkan kemajuan ilmu
pengetahuan. Dorongan pertama menuju ilmu pengetahuan murni (pure science),
sedangkan dorongan kedua menuju ilmu pengetahuan terapan (applied science).
Ilmu pengetahuan bersifat alamiah merupakan kegiatan manusia yang bersifat
aktif dan dinamis, maksudnya adalah kegiatan manusia yang tidak ada hentinya
dari hasil percobaan akan menghasilkan konsep-konsep baru, selanjutnya
konsep-konsep tersebut akan terus mendorong dilakukannya percobaan berikutnya
dan seterusnya.3.
3. Coba
ujilah secara filsafat tentang
pendidikan Ekonomi sebagai ilmu dilihat dari ontologi, epistemologi dan
aksiologi.
Jawab:
Pendidikan ekonomi sebagai ilmu dilihat secara filsafat dari
ontologi, epistemologi dan aksiologi adalah sebagai berikut:
· Ontologi
Pengertian ontologi ialah hakikat apa yang dikaji atau
ilmunya itu sendiri. 3 teori kebenaran yaitu teori korespondensi (segala
sesuatu yang kita ketahui adalah sesuatu yang dapat dikembalikan pada kenyataan
yang dikenal oleh subjek, koherensi (suatu proposisi cenderung benar jika
proposisi tersebut dalam keadaan salain berhubungan dengan proposisi lain yang
benar, atau jika makna yang dikandungnya dalam keadaan saling berhubungan
dengan pengalaman kita), dan pragmatisme (meletakkan ukuran kebenaran dalam salah satu macam
konsekuensi). Ilmu ekonomi mempunyai perebidaan dengan ilmu social lainnya, yaitu
terletak pada objek materialnya dimana ilmu ekonomi memiliki inti permasalahan
yaitu kelangkaan. Sehingga objek ilmu ekonomi adalah mempelajari bagaimana
manusia melakukan pilihan dari adanya kelangkaan sumber daya ekonomi untuk
digunakan dalam pemenuhan kebutuhan untuk kegiatan konsumsi maupun produksi.
Dari permasalahan di atas jelas bahwa permasalahan ekonomi timbul karena adanya
kebutuhan yang jumlahnya tak terbatas sedangkan alat-alat pemuas kebutuhan
adanya terbatas.
·
Epistimologi.
Yang dimaksud dengan epistimologi ialah bagaimana mendapatkan pengetahuan
yang benar. Metode penelitian disiplin ekonomi antara lain:
a.
Analisis data secara matematik dan statistic dari pemerintah atau dokumen lain (misalnya, angka penganguran, tingkat
kebutuhan dasar)
b.
Survey (penelitian kuantitatif melalui angket, wawancara, observasi)
c.
Study kasus (mengkaji masalah sosial)
d.
Pengembangan dan pengujian model secara teoritis
e.
Perbandingan (perbandingan antar bangsa, antar tempat)
f.
Penghitungan rasio dan presentase
g.
Penghitungan jumlah indeks (indeks harga, dsb)
h.
penghitungan rata-rata, distribusi rata-rata, aritmatik
·
Aksiologi.
Aksiologi ialah menyangkut masalah nilai kegunaan ilmu.
Nilai-nilai ekonomi yang harus dikembangkan dalam proses pembelajaran ekonomi adalah:
hemat (menggunakan seseuatu tidak berlebihan), kerja keras (kegiatan yang
dilakukan sungguh-sungguh), motivasi yang tinggi (alasan kuat untuk mencapai
yang diinginkan dengan bekerja), orientasi laba (berprioritas pada keuntungan),
pantang menyerah (gigih bekerja), dan berani mengambil resiko (bertanggung
jawab pada keputusan yang dipilih).
4. Dalam kontek globalisasi Pendidikan
di Indonesia mau tidak mau harus terlibat di dalam perubahan dan perkembangan
Pendidikan dunia. Strategi apa yang
harus dipersiapkan agar Indonesia tetap eksis jati dirinya.
Jawab:
Strategi yang harus dipersiapkan
pendidikan di Indonesia agar tetap eksis jati dirinya dalam kontek globalisasi
(perubahan dan perkembangan) pendidikan di dunia yaitu dengan mempersiapkan manusia yang berkualitas dan mampu
berkompetisi sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi melalui pendidikan. Untuk
membekali terjadinya pergeseran orientasi pendidikan di era global dalam
mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang unggul, diperlukan strategi
pengembangan pendidikan, antara lain:
a.
Mengedepankan
model perencanaan pendidikan yang berdasarkan pada karakteristik
masyarakat dan partisipasi masyarakat yang merupakan tuntutan yang harus
dipenuhi.
b.
Peran
pemerintah bukan sebagai penggerak, penentu dan penguasa dalam pendidikan,
namun pemerintah hendaknya berperan sebagai fasilitator, dan pemberdaya
masyarakat.
c.
Penguatan
fokus pendidikan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan masyarakat, kebutuhan pasar
dan tuntutan teman saing.
d.
Pemanfaatan
sumber luar dengan memanfaatkan berbagai potensi sumber daya (belajar) yang
ada, lembaga-lembaga pendidikan yang ada, pranata-pranata kemasyarakatan,
perusahaan/industri, dan lembaga lain yang sangat peduli pada pendidikan.
e.
Memperkuat
kolaborasi dan jaringan kemitraan dengan berbagai pihak, baik dari instansi
pemerintah maupun non pemerintah, bahkan baik dari lembaga di dalam negeri
maupun dari luar negeri.
f.
Menciptakan masyarakat
yang gemar belajar, sebagai masyarakat belajar seumur hidup.
g.
Pemanfaatan
teknologi informasi, yaitu: lembaga-lembaga pendidikan baik jalur pendidikan formal,
informal maupun jalur non formal dapat memanfaatkan teknologi informasi dalam
mengakses informasi dalam mengembangkan potensi diri dan lingkungannya (misal;
penggunaan internet).
h.
Pendidikan harus dapat berperan
sebagai alat yang ampuh untuk menyaring budaya-budaya yang masuk dan sekaligus
menguatkan budaya lokal yang memang masih perlu dijunjung. Dengan demikian,
lembaga pendidikan dituntut, misalnya, harus menciptakan kurikulum yang dapat
memberdayakan tradisi lokal, supaya tidak punah akibat pengaruh globalisasi.
5. Apa yang harus dipersiapkan oleh
guru terkait dengan Pendidikan berbasis
4.0.
Jawab:
Hal-hal yang harus dipersiapkan oleh guru terkait dengan
pendidikan berbasis 4.0 adalah sebagai berikut:
a.
Guru
Harus Mampu Melakukan Penilaian Secara Komprehensif
Guru masa kini harus mampu merancang instrumen penilaian yang
menggali semua aspek yang menyangkut siswa, baik pengetahuan, keterampilan dan
karakter. Semua aspek tersebut harus tergali, terasah dan terevaluasi selama
proses pembelajaran di kelas. Selain perancangan instrumen penilaian, guru masa
kini pun harus mampu membuat laporan penilaian yang menggambarkan keunikan dan
keunggulan setiap siswa. Laporan penilaian ini akan sangat bermanfaat bagi
peserta didik dan orang tuanya sebagai bagian dari feed
back untuk terus meningkatkan hasil capaian pendidikannya.
b.
Guru Harus Memiliki
Kompetensi Abad 21
Untuk mewujudkan siswa yang
memiliki keterampilan abad 21 maka gurunya pun harus memahami dan memiliki
kompetensi tersebut. Ada 3 aspek penting dalam kompetensi abad 21 ini, yaitu:
(1) Karakter,
yang dimaksud dalam kompetensi abad 21 terdiri dari karakter yang bersifat
akhlak (jujur, amanah, sopan) dan karakter kinerja (kerja keras, tanggung
jawab, disiplin); (2) Keterampilan,
yang perlu dimiliki oleh guru masa kini untuk menghadapi peserta didik abad 21
antara lain kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif; dan (3) Literasi, kompetensi
abad 21 mengharuskan guru melek dalam berbagai bidang. Setidaknya mampu
menguasai literasi dasar seperti literasi finansial, literasi digital, literasi
sains, literasi kewarnegaraan dan kebudayaan.
c.
Guru Harus Mampu Menyajikan
Modul Sesuai Passion Siswa
Guru masa
kini harus mampu menyajikan materi pelajaran dalam bentuk modul yang bisa
diakses secara online oleh para peserta didik. Sudah banyak fitur yang bisa
dijadikan oleh guru sebagai sarana untuk mengembangkan modul berbasis online. Namun demikian
ketersediaan fitur untuk modul online ini
harus dibarengi dengan kemampuan guru dalam mengemas fitur-fitur tersebut.
Kombinasi antara pembelajaran tatap muka di kelas (konvensional) dan
pembelajaran online ini
dikenal dengan istilah blended
learning.
d.
Guru
Harus Mampu Melakukan Autentic Learning yang Inovatif
Sekolah adalah jendela untuk membuka dunia sehingga para siswa mengenali dunia. Untuk menjadikan sekolah sebagai jendela dunia bagi para peserta didik, guru harus memiliki kompetensi penyajian pembelajaran yang inovatif. Pembelajaran yang disajikan harus mengarah pada pembelajaran inovatif. Dengan pembelajaran yang inovatif akan menjadikan peserta didik lebih terlatih dan terasah dalam semua kemampuannya, sehingga diharapkan lebih siap dalam menghadapi perkembangan zaman.
Sekolah adalah jendela untuk membuka dunia sehingga para siswa mengenali dunia. Untuk menjadikan sekolah sebagai jendela dunia bagi para peserta didik, guru harus memiliki kompetensi penyajian pembelajaran yang inovatif. Pembelajaran yang disajikan harus mengarah pada pembelajaran inovatif. Dengan pembelajaran yang inovatif akan menjadikan peserta didik lebih terlatih dan terasah dalam semua kemampuannya, sehingga diharapkan lebih siap dalam menghadapi perkembangan zaman.
No comments:
Post a Comment