- Pengertian Validitas
Validitas berkenaan dengan ketetapan alat penilaian terhadap konsep yang
dinilai sehingga betul-betul menilai apa yang seharusnya dinilai (Sudjana,
2009:12). Validitas didefinisikan sebagai ukuran seberpa cermat alat ukur
melakukan fungsi ukurnya (Mansur, 2015:300). Tes hanya dapat melakukan
fungsinya dengan cermat jika ada sesuatu yang diukur. Menurut Mardapi dalam
Harini (2018), tes dikatakan valid harus mengukur sesuatu dan melakukannya
dengan cermat.
Validitas adalah ketepatan, kebermaknaan, dan kemanfaatan dari sebuah
kesimpulan yang didapatkan dari interpretasi skor tes (Kusaeri, 2012:75).
Menurut Arikunto (1999:65), validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan
tingkat kesahihan suatu tes. Suatu tes dikatakan valid apabila tes tersebut
mengukur apa yang hendak diukur. Tes memiliki validitas yang tinggi jika
hasilnya sesuai dengan kriteria, dalam arti memiliki kesejajaran antara tes dan
kriteria. Ada dua unsur penting dalam validitas yaitu menunjukkan suatu derajat
(sempurna, sedang, atau rendah) dan dihubungan dengan suatu tujuan spesifik
(Arifin, 2012: 247).
Dengan demikian, validitas mengarah kepada
ketepatan interpretasi hasil penggunan suatu prosedur evaluasi sesuai dengan
tujuan pengukurannya. Contoh, jika ingin mengetahui berat cincin emas, maka
harus menggunakan timbangan emas agar valid. Contoh lain, jika ingin mengukur
waktu tempuh menggunakan satuan jam, sedangkan timbangan beras mengukur berat
atau kilogram. Namun, jam tangan tidak valid mengukur waktu seorang olahragawan.
- Macam-Macam Validitas
Suatu instrumen penilaian yang baik harus mempunyai validitas yang tinggi.
analisis validitas bertujuan mengkaji kesahihan instrumen penilaian sebagai
alat yang mengukur apa yang seharusnya diukur dan ketepatan serta keadalannya
(Farida, 2017:158). Gronlund (1985) menyatakan ada tiga faktor yang
mempengaruhi validitas hasil tes yaitu “faktor instrumen evaluasi, faktor
administrasi evaluasi dan penskoran, dan faktor jawaban dari peserta didik”.
Menurut Harini (2018: 133-134) validitas dibagi menjadi dua yaitu:
- Validitas logis
Validitas logis mengandung kata logis yang berasal dari kata logika yang
berarti penalaran. Validitas logis untuk sebuah instrumen evaluasi menunjukkan
pada kondisi bagi sebuah instrumen yang memenuhi persyaratan valid berdasarkan
penalaran. Validitas logis dibagi dua macam yaitu validitas isi dan validitas
konstruk, berikut penjelasannya.
a.
Validitas isi menunjukkan sejauh
mana pertanyaan, tugas atau butir dalam suatu tes atau instrumen mampu mewakili
secara keseluruhan dan proporsional perilaku sampel yang dikenai tes tersebut.
Validitas isi mengukur derajat kemampuan tes dalam mengukur cakupan substansi
elemen yang ingin diukur (Azwar, 1997:74). Validitas isi digunakan untuk
mengukur kemampuan belajar, hasil belajar atau prestasi belajar.
b.
Validitas konstruk (construct)
berkaitan dengan fenomena dan objek yang abstrak, tetapi gejalanya dapat di
amati dan dapat di ukur (Kusaeri, 2012:81). Validitas Konstruk dapat digunakan
untuk mengukur sikap, minat konsep diri, lokus kontrol, gaya kepemimpinan,
motivasi berprestasi, maupun yang sifatnya performa maksimum seperti instrumen
untuk mengukur bakat (tes bakat), inteligensi (kecerdasan intelektual),
kecerdasan, emosional.
- Validitas Empiris
Validitas empiris memuat kata empiris yang
berarti pengalaman. Suatu instrumen
mempunyai validitas empiris jika sudah diuji pengalaman. Contoh, seorang
dikatakan jujur jika dibuktikan melalui pengalaman. Ada dua macam validitas
empiris yaitu validitas “ada sekarang” (concurrent
validity) dan validitas prediksi.
REFERENSI
- Azwar, S. (1997). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
- Arifin, Z. (2012). Evaluasi Pembelajaran: Prinsip, Teknik, Prosedur. Bandung; PT Remaja Rosdakarya
- Arikunto, S. (1999). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi aksara.
- Farida, I. (2017). Evaluasi Pembelajaran Berdasarkan Kurikulum Nasional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
- Gronlund, N.E. (1985). Measurement and Evaluation in Teaching, Fifth Edition. New York: Mc Millan Publishing Co., Inc.
- Harini. (2018). Evaluasi Pembelajaran Ekonomi. Surakarta: UNS Press
- Kusaeri & Supranato. (2012). Pengukuran Dan Penilaian Pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
- Mansur, R. S. (2015). Assesmen Pembelajaran di Sekolah. Yogyakarta: Multi Pressindo
- Sudjana, N. (2009). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
No comments:
Post a Comment