Monday, July 8, 2019

VALIDITAS INSTRUMEN PENILAIAN


  1. Pengertian Validitas
Validitas berkenaan dengan ketetapan alat penilaian terhadap konsep yang dinilai sehingga betul-betul menilai apa yang seharusnya dinilai (Sudjana, 2009:12). Validitas didefinisikan sebagai ukuran seberpa cermat alat ukur melakukan fungsi ukurnya (Mansur, 2015:300). Tes hanya dapat melakukan fungsinya dengan cermat jika ada sesuatu yang diukur. Menurut Mardapi dalam Harini (2018), tes dikatakan valid harus mengukur sesuatu dan melakukannya dengan cermat.
Validitas adalah ketepatan, kebermaknaan, dan kemanfaatan dari sebuah kesimpulan yang didapatkan dari interpretasi skor tes (Kusaeri, 2012:75). Menurut Arikunto (1999:65), validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kesahihan suatu tes. Suatu tes dikatakan valid apabila tes tersebut mengukur apa yang hendak diukur. Tes memiliki validitas yang tinggi jika hasilnya sesuai dengan kriteria, dalam arti memiliki kesejajaran antara tes dan kriteria. Ada dua unsur penting dalam validitas yaitu menunjukkan suatu derajat (sempurna, sedang, atau rendah) dan dihubungan dengan suatu tujuan spesifik (Arifin, 2012: 247).
Dengan demikian, validitas mengarah kepada ketepatan interpretasi hasil penggunan suatu prosedur evaluasi sesuai dengan tujuan pengukurannya. Contoh, jika ingin mengetahui berat cincin emas, maka harus menggunakan timbangan emas agar valid. Contoh lain, jika ingin mengukur waktu tempuh menggunakan satuan jam, sedangkan timbangan beras mengukur berat atau kilogram. Namun, jam tangan tidak valid mengukur waktu seorang olahragawan.

  1. Macam-Macam Validitas
Suatu instrumen penilaian yang baik harus mempunyai validitas yang tinggi. analisis validitas bertujuan mengkaji kesahihan instrumen penilaian sebagai alat yang mengukur apa yang seharusnya diukur dan ketepatan serta keadalannya (Farida, 2017:158). Gronlund (1985) menyatakan ada tiga faktor yang mempengaruhi validitas hasil tes yaitu “faktor instrumen evaluasi, faktor administrasi evaluasi dan penskoran, dan faktor jawaban dari peserta didik”.
Menurut Harini (2018: 133-134) validitas dibagi menjadi dua yaitu:
  1. Validitas logis
Validitas logis mengandung kata logis yang berasal dari kata logika yang berarti penalaran. Validitas logis untuk sebuah instrumen evaluasi menunjukkan pada kondisi bagi sebuah instrumen yang memenuhi persyaratan valid berdasarkan penalaran. Validitas logis dibagi dua macam yaitu validitas isi dan validitas konstruk, berikut penjelasannya.
a.       Validitas isi menunjukkan sejauh mana pertanyaan, tugas atau butir dalam suatu tes atau instrumen mampu mewakili secara keseluruhan dan proporsional perilaku sampel yang dikenai tes tersebut. Validitas isi mengukur derajat kemampuan tes dalam mengukur cakupan substansi elemen yang ingin diukur (Azwar, 1997:74). Validitas isi digunakan untuk mengukur kemampuan belajar, hasil belajar atau prestasi belajar.
b.      Validitas konstruk (construct) berkaitan dengan fenomena dan objek yang abstrak, tetapi gejalanya dapat di amati dan dapat di ukur (Kusaeri, 2012:81). Validitas Konstruk dapat digunakan untuk mengukur sikap, minat konsep diri, lokus kontrol, gaya kepemimpinan, motivasi berprestasi, maupun yang sifatnya performa maksimum seperti instrumen untuk mengukur bakat (tes bakat), inteligensi (kecerdasan intelektual), kecerdasan, emosional.
  1. Validitas Empiris
Validitas empiris memuat kata empiris yang berarti pengalaman.  Suatu instrumen mempunyai validitas empiris jika sudah diuji pengalaman. Contoh, seorang dikatakan jujur jika dibuktikan melalui pengalaman. Ada dua macam validitas empiris yaitu validitas “ada sekarang” (concurrent validity) dan validitas prediksi.

REFERENSI

  • Azwar, S. (1997). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  • Arifin, Z. (2012). Evaluasi Pembelajaran: Prinsip, Teknik, Prosedur. Bandung; PT Remaja Rosdakarya
  • Arikunto, S. (1999). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi aksara.
  • Farida, I. (2017). Evaluasi Pembelajaran Berdasarkan Kurikulum Nasional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
  • Gronlund, N.E. (1985). Measurement and Evaluation in Teaching, Fifth Edition. New York: Mc Millan Publishing Co., Inc.
  • Harini. (2018). Evaluasi Pembelajaran Ekonomi. Surakarta: UNS Press
  • Kusaeri & Supranato. (2012). Pengukuran Dan Penilaian Pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
  • Mansur, R. S. (2015). Assesmen Pembelajaran di Sekolah. Yogyakarta: Multi Pressindo
  • Sudjana, N. (2009). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
 

No comments:

Post a Comment